Seblak
Seblak berasal dari Jawa Barat, muncul pertama kali pada 1990-an, dan populer sejak awal 2000-an sebagai hasil kreativitas masyarakat Sunda untuk mengolah kerupuk yang sudah tidak layak digoreng. Kata "seblak" diperkirakan berasal dari bahasa Sunda "nyeblak" (mengagetkan) atau "segak" (menyengat), merujuk pada rasa pedas dan aroma kencurnya yang kuat. Awalnya hanya terbuat dari kerupuk basah dan bumbu, seblak kini telah berkembang menjadi berbagai variasi dengan beragam tambahan seperti bakso, telur, dan seafood.
•Cara membuat seblak
🧂 Bahan-bahan:
1 genggam kerupuk mentah (warna bebas, biasanya kerupuk bawang/oranye)
1 butir telur
1 batang sosis atau bakso (iris tipis)
1 genggam sayur sawi / kol (opsional)
1 sdm minyak goreng
1 sdt garam
½ sdt gula
½ sdt kaldu bubuk (ayam/sapi)
Air secukupnya (untuk merebus kerupuk dan kuah)
---
🌶️ Bumbu halus:
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
3–5 buah cabe rawit merah (sesuaikan pedasnya)
2 buah cabe merah besar (opsional, untuk warna)
Sedikit kencur (penting untuk aroma khas seblak)
👩🍳 Cara membuat:
1. Rendam kerupuk
Rendam kerupuk mentah dalam air panas selama 15–20 menit sampai agak lembek, tiriskan.
2. Tumis bumbu
Haluskan semua bumbu, lalu tumis dengan minyak sampai harum.
3. Masukkan bahan tambahan
Tambahkan sosis, bakso, dan sayur (jika pakai). Aduk hingga agak matang.
4. Masukkan telur
Pecahkan telur, orak-arik bersama tumisan.
5. Masukkan kerupuk
Tambahkan kerupuk yang sudah direndam tadi, aduk rata.
6. Tambahkan air dan bumbu pelengkap
Tuang sedikit air (sesuai selera kuahnya), lalu beri garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk hingga semua bumbu meresap dan kerupuk lembek sempurna.
7. Cicipi dan sajikan! 🍲
Vlog mukbang seblak
https://youtube.com/shorts/lADxPL36elw?si=fh_oMUL48CeIdVyi

Komentar
Posting Komentar